ISPA Pada Anak: Penyebab dan Gejalanya


ISPA Pada Anak: Penyebab dan Gejalanya


Pada kesempatan kali ini saya akan meneruskan pembahasan tentang ISPA yang pernah saya bahas pada artikel sebelumnya yang berjudul Apa Itu ISPA-Penyebab, Gejala, & Pengobatan.

Penyakit ISPA ini  merupakan penyakit yang paling sering diderita oleh anak-anak, karena pada usia anak-anak sistem pertahanan tubuhnya masih berkembang. Pada anak-anak, ISPA bisa terjadi lebih dari 4 kali dalam satu tahun dan yang banyak terjadi yaitu pada perubahan musim atau pancaroba. 

Kita akan membahas kembali definisi ISPA.

ISPA adalah infeksi saluran pernafasan yang meliputi saluran pernafasan bagian atas yaitu hidung dan faring serta saluran pernafasan bagian bawah yaitu laring, trakea, bronkus dan juga paru- paru, yang dapat terjadi 14 hari pada proses akut dan lebih dari 14 hari pada proses kronis. Infeksi itu sendiri menandakan masukya kuman kedalam tubuh dan dapat berkembang biak sehingga menimbulkan berbagai gejala.

Adapun klasifikasinya sebagai berikut :

KLASIFIKASI

1. Pneumonia / Radang paru

Ditandai dengan nafas cepat.

2. Pneumonia Berat

Ditandai dengan adanya tarikan dinding dada kedalam.

3. Bukan Pneumonia 

Ditandai dengan secara klinis batuk demam  tanpa  tarikan dada kedalam dan nafas cepat.

Lalu, Apa saja penyebab ISPA?

1. Virus

Virus ini adalah Rhinovirus, Respiratory Syncytial Virus, Adenovirus dan Virus Influenza.

2. Debu / Asap

Debu yang halus dan tidak terlihat dapat disaring oleh rambut yang terdapat dalam hidung sehingga dapat masuk ke lapisan lendir dan terdorong menuju faring.

Secara umum efek pencemaran udara terhadap saluran pernafasan dapat menyebabkan pergerakan silia hidung menjadi lambat dan kaku, bahkan dapat berhenti. Sehingga tidak dapat atau tidak efektif membersihkan saluran pernafasan akibat iritasi oleh bahan cemaran. 

Produksi lendir tadi akan meningkat sehingga akan menyebabkan penyempitan saluran pernafasan dan rusaknya sel-sel pembunuh bakteri di saluran pernafasan. Akibat dari hal tersebut akan menyebabkan kesulitan bernafas sehingga benda asing tertarik dan bakteri lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan. Hal ini akan mempermudah terjadinya infeksi di saluran pernafasan.

Lalu, Apa Saja Gejala ISPA?

  • Demam diatas 37,4’C
  • Batuk pilek
  • Nyeri tenggorokan
  • Lendir yang berlebihan
  • Sesak nafas
  • Terdengar suara nafas tidak normal
  • Diare, mual, muntah
  • Nafsu makan berkurang


Virus penyebab ISPA ini sangat menular dan penularan bisa terjadi akibat si kecil menghirup percikan lendir dari penderita ISPA. Karena itu biasakan anak menutup hidung atau mulutnya saat batuk dan pilek. Dan juga ayah dan bunda diharapkan memakai masker jika sedang batuk dan pilek.

Selanjutnya kita perlu mengetahui tentang pengobatan ISPA. ISPA yang sifatnya bukan Pneumonia biasanya sembuh dengan sendirinya  yaitu dilawan oleh daya tahan tubuh yang membaik dan jika terjadi demam kita perlu memberikan kompres air hangat dan juga diberikan antiperetik atau penurun panas, sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Namun bila gejala mengarah pada radang paru-paru jangan tunggu lama-lama, Anda harus segera memeriksakan anak Anda kepada dokter spesialis, karena bila penanganan terlambat akan membahayakan jiwa anak Anda.

Demikian informasi dari saya semoga bermanfaat, dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

0 komentar